Sabtu, 27 Februari 2010

RUANG MEROKOK YANG KOSONG

Sungguh memilukan nasib ruang merokok yang tersedia di beberapa tempat. Ruang-ruang ini sebenarnya dibuat untuk memenuhi kewajiban pihak gedung, entah itu gedung perkantoran atau mal, agar menghimpun para perokok agar jangan merokok sembarangan. Eh, nyatanya mayoritas ruang tempat merokok kosong melompong.



Foto di samping ini saya ambil di gedung +Itc Roxy DKK ITC Roxy, Jakarta Barat. Ruang ini sudah nggak efektif lagi. Kenapa? Nggak ada orang yang memanfaatkannya. Hampir semua perokok bebas merdeka menghembuskan asap rokok di mana pun juga. Mau di dalam toko, di sepanjang jalan, maupun di footcourt yang ada di lantai 4. Tulisan DAERAH BEBAS ASAP ROKOK dengan logo sebatang rokok cicoret pakai tanda silang merah cuma basa-basi.

Kalo saya perhatikan, semua ITC membiarkan perokok merokok di dalam gedung. Silahkan cek sendiri mulai dari ITC Cempaka Mas, ITC Ambasador, maupun ITC di Roxy yang baru saya kunjungi lagi Sabtu ini. Memang sulit memberantas orang yang merokok di dalam pertokoan yang tertutup dan menggunakan penyejuk udara. Anda bisa bayangkan, kalo yang merokok itu jumlahnya 50% dan perokok pasif berjumlah 50%, maka sudah dipastikan 100% persen akan terinfeksi nikotin. Gokil kan?


Smoking room di +Mall of Indonesia (MOI) yang juga ikut-ikutan kosong. Tetapi para perokok nggak sembarangan merokok kayak di ITC. Di mal-mal kelas A ini masih punya sopan santun. Mereka yang merokok biasanya di cafe atau restoran yang menyediakan smoking room.
Padahal sulit membentantas, bukan berarti nggak mungkin diberantas. Orang yang tidak merokok berhak mendapatkan kualitas udara bersih tanpa asap rokok. Pihak gedung bisa saja membuat pasukan pengaman antirokok di dalam gedung. Pasukan-pasukan ini berpegang pada Undang-Undang (UU) yang dibuat pemerintah. Saya nggak yakin, mereka bakal kabur dari lokasi kios mereka gara-gara nggak boleh lagi merokok, wong omset mereka gede kok punya toko di situ. Rugi besar kalo mereka cabut.

+Pemda DKI Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar