Jumat, 05 Februari 2010

CUMA SOPIR BAJAJ DAN TUHAN YANG TAHU

Istilah itu sebenarnya ditujukan pada mereka yang attitude dalam berkendaraan minus sekali alias rendah. Mau mereka yang berkendaraan roda dua, maupun roda tiga atau mereka yang pakai mobil bekas yang sudah penuh karat atau mobil mulus seharga lebih dari 1 miliar kalo kelakuan berkendaraan di jalan raya rendah, pasti akan disamakan dengan sopir bajaj atau Tuhan. Intinya, mengejek.


Gaya berkendaraan dengan mengangkat satu kaki ala makan di warteg kayak begini selalu dilakukan oleh sopir bajaj.

Kenapa begitu? Sebab, pada saat berkendaraan, sopir bajaj itu seenaknya. Dia bisa menerobos jalan verbooden. Dia bisa membelokkan kendaraannya ke kanan atau ke kiri tanpa menggunakan lampu sen. Di bisa seenak udelnya menggantikan ban di tengah jalan dengan mengganjal satu ban dengan sebatang kayu (bukan pakai dongkrak).

Sebenarnya bukan cuma sopir bajaj yang punya atittude yang nggak ok. Banyak pengendara mobil mewah yang notabene kaum terpelajar, tetap punya kelakuan yang sama kayak sopir bajaj. Parkir ditanda dilarang parkir, menerobos lampu merah, dan aneka pelanggaran lalu lintas.

foto copyright by Brillianto K. Jaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar